Pengabdian Masyarakat Β· Universitas Riau

Jadilah Orang Tua Cerdas dalam Imunisasi Anak Sekolah

Media edukasi kesehatan berbasis digital untuk meningkatkan literasi imunisasi orang tua dalam mendukung Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) β€” dari memahami manfaat vaksin, mengenali KIPI, hingga memeriksa kebenaran informasi di media digital.

2Γ—BIAS / Tahun (Agustus & November)
6Langkah CERDAS
100%Berbasis Bukti
πŸ›‘οΈ
🩺

Apa itu CERDAS IMUNISASI?

Identitas program β€” 6 kebiasaan orang tua pengguna informasi kesehatan yang kritis:

CCek Informasi
EEdukasi Imunisasi
RRujuk Sumber Terpercaya
DDiskusi dengan Tenaga Kesehatan
AAmati Informasi dengan Kritis
SSiap Mendukung Imunisasi
πŸ’‰ BIAS β€” Bulan Imunisasi Anak Sekolah ✦ πŸ›‘οΈ Lindungi Anak, Lindungi Keluarga ✦ πŸ” Cek Dulu, Bagikan Kemudian ✦ 🧠 Literasi Imunisasi Dimulai dari Kita ✦ 🩺 Ragu? Tanya Tenaga Kesehatan! ✦ πŸ’‰ BIAS β€” Bulan Imunisasi Anak Sekolah ✦ πŸ›‘οΈ Lindungi Anak, Lindungi Keluarga ✦ πŸ” Cek Dulu, Bagikan Kemudian ✦ 🧠 Literasi Imunisasi Dimulai dari Kita ✦ 🩺 Ragu? Tanya Tenaga Kesehatan! ✦

Kenali BIAS, Pahami Manfaatnya untuk Anak Anda

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) adalah program pemerintah yang dilaksanakan sebagai bagian dari Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) untuk memberikan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah. Perlindungan yang terbentuk pada masa bayi perlu dipertahankan hingga usia sekolah.

🎯

Memvalidasi & Melanjutkan Perlindungan

Imunisasi lanjutan memastikan kekebalan anak dari masa bayi tetap kuat sesuai kelompok umurnya.

🏫

Dilaksanakan di Lingkungan Sekolah

Kolaborasi puskesmas, sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan agar anak mudah memperoleh layanan.

🦠

Mencegah Penyakit Berbahaya

Difteri, tetanus, campak, rubela, hingga kanker leher rahim (HPV) β€” penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

🌍

Sejalan dengan Immunization Agenda 2030

Program nasional mendukung kesehatan berkeadilan serta kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

πŸ›‘οΈ Manfaat Imunisasi Anak Sekolah

Imunisasi bukan hanya melindungi satu anak β€” semakin banyak anak yang terlindungi, semakin kuat kekebalan komunitas yang membatasi penyebaran penyakit di lingkungan sekolah dan rumah.

Sebaliknya, penurunan cakupan imunisasi dapat memperbesar kelompok anak yang rentan terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

DifteriTetanusCampak RubelaHPV / Kanker Leher Rahim

πŸ“Œ Tetap update! Contoh: sejak 2025, vaksin HPV pada BIAS diberikan satu dosis sesuai kebijakan terbaru β€” selalu rujuk informasi resmi Kementerian Kesehatan.

Jadwal BIAS Tahun Ini

Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dilaksanakan dua kali setahun, yaitu bulan Agustus dan November. Pastikan anak sesuai kelas tidak melewatkan jadwal berikut:

πŸ“…

Agustus

Batch 1 Β· 2 jenis vaksin
πŸ’‰

Vaksin MR (Campak–Rubela)

Sasaran: Murid Kelas 1

πŸ‘¦ Laki-laki πŸ‘§ Perempuan
πŸ’‰

Vaksin HPV (Cegah Kanker Leher Rahim)

Sasaran: Murid Kelas 5 dan Kelas 9

πŸ‘§ Perempuan saja
πŸ“…

November

Batch 2 Β· 2 jenis vaksin
πŸ’‰

Vaksin DT (Difteri–Tetanus)

Sasaran: Murid Kelas 1

πŸ‘¦ Laki-laki πŸ‘§ Perempuan
πŸ’‰

Vaksin Td (Tetanus–Difteri)

Sasaran: Murid Kelas 2 dan Kelas 5

πŸ‘¦ Laki-laki πŸ‘§ Perempuan
πŸ“’

Catatan: Tanggal pasti pelaksanaan di masing-masing sekolah dapat berbeda β€” pantau pengumuman dari pihak sekolah dan puskesmas. Anak yang berhalangan hadir tetap dapat mengikuti jadwal susulan di puskesmas. Bawa Buku KIA / catatan imunisasi anak pada hari pelaksanaan.

Ada pertanyaan lebih lanjut seputar jadwal atau vaksinasi anak Anda?

6 Langkah Menjadi CERDAS IMUNISASI

Klik setiap kartu untuk melihat penjelasannya. Jadikan langkah ini kebiasaan setiap kali Anda menemukan informasi kesehatan β€” terutama di media sosial.

C

Cek Informasi

Langkah 1
01Cek InformasiSebelum memercayai atau membagikan informasi imunisasi, periksa dahulu: siapa yang menulis, dari mana sumbernya, dan kapan informasi itu diterbitkan. Jangan langsung terima atau teruskan.
E

Edukasi Imunisasi

Langkah 2
02Edukasi ImunisasiTingkatkan pemahaman tentang tujuan, manfaat, jadwal, dan keamanan imunisasi anak usia sekolah melalui materi berbasis bukti di website ini β€” bukan dari rumor.
R

Rujuk Sumber Terpercaya

Langkah 3
03Rujuk Sumber TerpercayaGunakan sumber resmi seperti Kementerian Kesehatan, WHO, IDAI, dan puskesmas sebagai pembanding saat menemukan klaim yang meragukan.
D

Diskusi dengan Tenaga Kesehatan

Langkah 4
04Diskusi dengan Tenaga KesehatanKekhawatiran adalah hal wajar. Sampaikan pertanyaan Anda kepada tenaga kesehatan di puskesmas, posyandu, atau kegiatan BIAS β€” bukan hanya kepada grup chat.
A

Amati Informasi dengan Kritis

Langkah 5
05Amati Informasi dengan KritisIngat: informasi yang sering muncul, emosional, atau berbasis pengalaman pribadi belum tentu benar. Nilai berdasarkan sumber dan bukti, bukan frekuensi kemunculannya.
S

Siap Mendukung Imunisasi

Langkah 6
06Siap Mendukung ImunisasiDengan pemahaman yang tepat, dukung anak mengikuti BIAS: siapkan anak secara fisik dan emosional, dan pastikan imunisasi lanjutan tidak terlewat.

πŸ’‘ Tips: Kartu dapat diklik untuk membalik tampilan.

7 Materi Edukasi Imunisasi

Klik tab untuk mempelajari setiap materi. Disusun berdasarkan panduan Kementerian Kesehatan dan referensi ilmiah.

MATERI 01

Mengapa Anak Usia Sekolah Masih Membutuhkan Imunisasi?

Banyak orang tua mengira imunisasi selesai setelah masa bayi. Faktanya, perlindungan yang terbentuk di awal kehidupan perlu dipertahankan melalui imunisasi lanjutan sesuai rekomendasi program nasional.

  • Kekebalan dari imunisasi bayi dapat menurun seiring waktu β€” imunisasi lanjutan "menyegarkan" perlindungan tersebut.
  • BIAS merupakan bagian dari imunisasi rutin lengkap dan Upaya Kesehatan Sekolah (UKS).
  • Anak usia sekolah aktif berinteraksi di lingkungan sekolah β€” risiko penularan penyakit lebih tinggi tanpa perlindungan optimal.
  • Immunization Agenda 2030 menempatkan imunisasi sebagai perlindungan sepanjang daur kehidupan, bukan hanya masa bayi.
πŸŽ’
Bayi β‰  Satu-satunya Sasaran

Imunisasi berlanjut dari bayi β†’ balita β†’ usia sekolah, sesuai jadwal program nasional.

Imunisasi LanjutanBIASUKS
MATERI 02

Manfaat Imunisasi dan Perlindungan terhadap Penyakit

Imunisasi bekerja dengan melatih tubuh mengenali dan melawan kuman penyakit sebelum anak terpapar penyakit sungguhan.

  • Perlindungan individu: anak terhindar dari difteri, tetanus, campak, rubela, dan HPV penyebab kanker leher rahim.
  • Perlindungan komunitas: semakin tinggi penerimaan imunisasi, semakin besar kekebalan komunitas yang melindungi anak yang belum dapat diimunisasi.
  • Mencegah wabah: penurunan cakupan imunisasi dapat memicu kejadian luar biasa (KLB), seperti difteri.
  • Efek jangka panjang: anak sehat = belajar optimal, tanpa absen akibat penyakit yang dapat dicegah.
πŸ›‘οΈ
Satu Suntikan, Banyak Lapisan Perlindungan

Anak yang diimunisasi melindungi dirinya dan teman-temannya yang rentan.

Kekebalan IndividuKekebalan Komunitas
MATERI 03

Keamanan Vaksin dan KIPI

Vaksin yang digunakan dalam program nasional telah lolos uji keamanan dan ketat diawasi. Reaksi ringan setelah imunisasi adalah tanda tubuh sedang membangun kekebalan.

  • Reaksi umum (normal): demam ringan, nyeri/kemerahan di tempat suntik, atau lelah β€” biasanya hilang dalam 1–2 hari.
  • KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi) adalah semua kejadian medis setelah imunisasi β€” mayoritas ringan dan sembuh sendiri.
  • KIPI berat sangat jarang dan terus dipantau oleh sistem pemantauan nasional.
  • Tenaga kesehatan melakukan skrining sebelum imunisasi untuk memastikan anak layak divaksinasi pada hari itu.
  • Anak dengan sakit ringan tanpa demam umumnya tetap dapat diimunisasi β€” konsultasikan dengan petugas.
🌑️
Demam Ringan = Tanda Kerja Imun

Tubuh sedang belajar melawan kuman. Ini bukan berarti anak "kena penyakit dari vaksin".

Teruji KlinisDiawasi Ketat
MATERI 04

Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

Informasi menyesatkan sering tampil meyakinkan. Mari latih diri membandingkan klaim dengan bukti ilmiah dan sumber resmi.

  • "Vaksin menyebabkan autisme" β€” Mitos. Studi besar di berbagai negara tidak menemukan hubungan keduanya; penelitian awal yang mengklaim hal itu telah ditarik karena cacat data.
  • "Imunisasi hanya untuk bayi" β€” Mitos. Anak usia sekolah tetap membutuhkan imunisasi lanjutan.
  • "Reaksi ringan setelah imunisasi itu wajar" β€” Fakta. Menandakan respons kekebalan sedang terbentuk.
  • "Vaksin HPV cukup satu dosis sejak 2025" β€” Fakta sesuai kebijakan terbaru Kemenkes.

🎲 Uji pemahaman Anda di Kuis Mitos/Fakta di bawah!

βš–οΈ
Klaim vs Bukti

Selalu bandingkan klaim viral dengan sumber resmi sebelum mempercayainya.

Berpikir KritisVerifikasi
MATERI 05

Pengaruh Informasi terhadap Pengambilan Keputusan

Tahukah Anda? Semakin sering kita melihat sebuah informasi, otak cenderung menganggapnya semakin benar β€” meskipun tidak ada bukti.

  • Informasi berulang menciptakan kesan "benar" (illusion of truth) β€” waspadai konten yang terus di-reshare.
  • Cerita emosional atau pengalaman pribadi seseorang bukan bukti ilmiah β€” satu kasus tidak mewakili keseluruhan.
  • Paparan negatif berulang tentang vaksin dapat membentuk persepsi risiko yang berlebihan.
  • Kemampuan literasi digital berkaitan dengan sikap orang tua terhadap vaksin β€” semakin baik menilai informasi, semakin tepat keputusannya.
πŸ“±
Jangan Biarkan Feed Menentukan

Keputusan kesehatan anak sebaiknya berdasar bukti + konsultasi, bukan algoritma media sosial.

Bias Sering MunculBukan Bukti
MATERI 06

Cara Mengenali Informasi Imunisasi yang Kredibel

Gunakan panduan pemeriksaan berikut setiap kali menemukan informasi kesehatan di media digital:

  • 1. Periksa sumbernya β€” apakah berasal dari lembaga resmi (Kemenkes, WHO, IDAI) atau media kesehatan terverifikasi?
  • 2. Periksa penulisnya β€” apakah ditulis oleh tenaga kesehatan atau ahli yang kompeten?
  • 3. Periksa tanggalnya β€” kebijakan imunisasi dapat berubah; pastikan informasi terbaru.
  • 4. Periksa referensinya β€” klaim ilmiah harus punya rujukan penelitian yang jelas.
  • 5. Periksa konteksnya β€” apakah informasi dimanipulasi agar terlihat menakutkan?
  • 6. Bandingkan β€” cek minimal 2–3 sumber terpercaya sebelum menyimpulkan.
πŸ”Ž
Checklist 6P Pemeriksaan Informasi

Penyakit tersebar cepat, misinformasi juga. Jadilah penyaring, bukan penerus hoaks.

SumberTanggalReferensi
MATERI 07

Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi dengan Tenaga Kesehatan?

Media sosial bukan satu-satunya sumber. Ada momen penting ketika Anda harus bicara langsung dengan tenaga kesehatan:

  • Sebelum imunisasi: anak memiliki riwayat alergi, penyakit tertentu, atau pernah mengalami reaksi berat.
  • Setelah imunisasi: demam tinggi (>38,5Β°C) lebih dari 48 jam, reaksi di tempat suntik memburuk, atau anak tampak sangat lemas.
  • Kondisi khusus: anak dengan penyakit kronis atau gangguan imun β€” perlu penilaian tenaga kesehatan.
  • Ketika menemukan informasi yang meragukan dan memicu kekhawatiran β€” lakukan klarifikasi, jangan langsung percaya.
  • Tempat konsultasi: puskesmas, posyandu, guru UKS, dokter keluarga, atau kegiatan BIAS di sekolah.
🩺
Tanya Itu Penting!

Tenaga kesehatan siap menjawab tanpa menghakimi. Ragu Anda layak didengar dan dijelaskan.

PuskesmasPosyanduGuru UKS

Kuis Mitos vs Fakta

Latih kemampuan literasi imunisasi Anda! Tebak apakah pernyataan berikut termasuk mitos atau fakta.

Soal 1 dari 8 Skor: 0
Pernyataan

Memuat soal...

Mengenali KIPI dengan Tenang

KIPI (Kejadian Ikutan Pascaimunisasi) adalah kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi. Mayoritas ringan dan wajar. Ini yang perlu orang tua ketahui:

😊

Reaksi Ringan β€” Normal

Demam ringan, kemerahan/nyeri di tempat suntik, lelah, atau rewel. Hilang sendiri dalam 1–2 hari. Tanda tubuh membangun kekebalan. Cukup kompres, beri cairan, dan istirahatkan anak.

πŸ‘€

Yang Perlu Dipantau

Demam yang menetap, anak terus rewel/tidak mau makan-minum, atau bengkak di tempat suntik yang membesar. Amati 24–48 jam pertama dan hubungi fasilitas kesehatan bila berlanjut.

🚨

Segera ke Faskes Bila

Demam tinggi >38,5Β°C lebih dari 48 jam, kejang, napas sulit, ruam menyebar, atau anak sangat lemas/tidak sadar. KIPI berat sangat jarang, tetapi penanganan cepat sangat penting.

πŸ“

Peran Orang Tua Setelah Imunisasi

Catat tanggal imunisasi di Buku KIA, amati anak 24 jam pertama, beri makan bergizi dan cairan cukup, hindari aktivitas berat hari itu, dan laporkan kejadian tidak biasa ke puskesmas/sekolah. Laporankan KIPI membantu sistem pemantauan nasional agar vaksin tetap aman untuk semua anak.

Checklist Kesiapan Anak Mengikuti BIAS

Klik setiap item yang sudah Anda lakukan. Capai 100% untuk memastikan siap mendukung imunisasi anak!

βœ”Mengetahui jadwal BIAS dari sekolah/puskesmas
βœ”Memahami jenis imunisasi yang akan diberikan kepada anak
βœ”Menyiapkan Buku KIA / catatan imunisasi anak
βœ”Menjelaskan imunisasi kepada anak dengan bahasa positif
βœ”Memastikan anak tidur cukup dan sarapan sehat sebelum imunisasi
βœ”Menanyakan kondisi khusus anak (alergi/penyakit) ke tenaga kesehatan bila ada
βœ”Siap memantau kondisi anak 24–48 jam setelah imunisasi
βœ”Menyimpan kontak puskesmas/sekolah untuk konsultasi

Progress Kesiapan πŸ’ͺ

Semakin lengkap checklist, semakin siap anak dan orang tua mengikuti BIAS dengan tenang.

0%
Mulai centang checklist Anda!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Belum menemukan jawaban? Hubungi puskesmas atau tenaga kesehatan terdekat.

Aman. Vaksin yang digunakan telah lolos uji klinis dan diawasi ketat oleh pemerintah. Sebelum menyuntik, tenaga kesehatan melakukan skrining kondisi anak. Reaksi ringan seperti demam atau nyeri di tempat suntik adalah normal dan hilang dalam 1–2 hari.

Demam ringan adalah reaksi normal. Berikan istirahat, cairan yang cukup, kompres hangat, dan pantau kondisi anak. Segera hubungi puskesmas bila demam tinggi (>38,5Β°C) berlangsung lebih dari 48 jam, anak kejang, atau tampak sangat lemas.

Umumnya ya. Sakit ringan tanpa demam bukan halangan imunisasi. Petugas akan melakukan skrining pada hari pelaksanaan. Bila ragu, sampaikan keluhan anak kepada tenaga kesehatan β€” mereka akan menilai apakah anak layak diimunisasi atau perlu dijadwalkan ulang.

Imunisasi yang terlewat tetap bisa diberikan melalui jadwal susulan di puskesmas atau posyandu. Jangan anggap "sudah terlambat" β€” konsultasikan kepada puskesmas agar jadwal imunisasi lanjutan anak tetap bisa dipursue sesuai rekomendasi.

Gunakan panduan CERDAS: Cek sumber dan tanggalnya, Rujuk sumber resmi (Kemenkes, WHO, IDAI) sebagai pembanding, dan Diskusikan kekhawatiran Anda dengan tenaga kesehatan. Ingat, informasi yang sering muncul dan emosional belum tentu akurat.

Dalam program BIAS, vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan sesuai kelompok sasaran nasional untuk mencegah kanker leher rahim. Sesuai kebijakan terbaru Kementerian Kesehatan sejak 2025, pemberian vaksin HPV pada BIAS menggunakan satu dosis. Selalu rujuk informasi resmi terbaru karena kebijakan dapat disesuaikan dengan perkembangan bukti.

Klarifikasi Kekhawatiran Anda β€” Tanpa Dianggap Salah

Keraguan adalah hal yang wajar dan membutuhkan informasi serta pendampingan yang tepat β€” bukan penghakiman. Ini tempat Anda dapat berdiskusi:

πŸ₯

Puskesmas Terdekat

Tenaga kesehatan puskesmas siap menjawab pertanyaan tentang imunisasi anak, jadwal BIAS, dan kondisi khusus anak Anda.

🏫

Guru UKS / Pihak Sekolah

Sekolah menjembatani komunikasi antara orang tua, puskesmas, dan kegiatan imunisasi. Sampaikan pertanyaan melalui guru kelas atau petugas UKS.

πŸ’¬

Petugas Vaksinasi via WhatsApp

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar jadwal, jenis vaksin, atau kondisi anak? Hubungi petugas vaksinasi langsung melalui WhatsApp +62 853-7582-4025.

Prinsip kami: komunikasi persuasif, empatik, dan tidak menghakimi.